Showing posts with label Berfikir logika. Show all posts
Showing posts with label Berfikir logika. Show all posts

Wednesday, August 10, 2016

TIDAK ADA KEPASTIAN

TIDAK ADA KEPASTIAN

Sering saya melihat, ada orang yang mencari kepastian dalam hidupnya. Dalam mencari nafkah, banyak yang mengatakan “yang pasti-pasti saja”, misalnya dengan menjadi karyawan, karena mereka menganggap akan mendapatkan penghasilan “pasti” setiap bulannya. Padahal, kita semua sadar, bahwa kepastian itu tidak ada, hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.

Jika kita menyadari bahwa kepastian itu tidak ada, satu hal yang perlu kita lakukan ialah mengantisipasi ketidakpastian tersebut. Jika para penasehat investasi mengatakan, “jangan menyimpan telur dalam satu keranjang”, maka hal ini juga berlaku dalam bidang lainnya. Ketidakpastian bukannya untuk kita hindari, karena tidak bisa kita hindari, tetapi untuk kita antispasi.

Tentu saja, cara mengatisipasi ketidakpastian akan berbeda tergantung kasus dan kondisnya. Ketidakpastian dalam investasi dengan cara diversifikasi. Ketidakpastian dalam karir, kita harus selalu membina diri dan hubungan agar mudah mendapatkan pekerjaan jika pekerjaan ini lepas. Bisa juga dengan memulai menjalankan bisnis sampingan sebagai antisipasi ketidakpastian dunia kerja.

Satu kasus ketidakpastian bisa memiliki alternatif yang banyak jika kita mau memikirkannya. Jika saat ini kita belum mengetahuinya, mungkin saja kita belum berpikir keras atau mencari tahu dari orang lain, baik melalui buku, pelatihan, seminar, atau bertanya langsung kepada ahlinya. Kita ini kreatif, kita bisa menemukan berbagai alternatif untuk mengantisipasi ketidakpastian yang ada pada diri kita.

PETINJU DAN PENINJU

PETINJU DAN PENINJU

Apa bedanya petinju dan peninju? Petinju adalah orang yang profesinya sebagai tukang tinju. Beda dengan peninju, peninju tidak menunjukan profesi, tetapi hanya menunjukan orang yang meninju dalam suatu peritiwa atau kejadian. Bedanya jelas, petinju selalu menjadi peninju, tetapi peninju belum tentu petinju. Perbedaan yang sama juga terjadi pada pecundang dan kalah/gagal.

Pecundang didefinisikan sebagai orang yang selalu kalah atau gagal. Tetapi orang yang gagal, hanya gagal atau kalah saat itu saja. Sebenarnya pecundang adalah hanya sebuah metapora, pada kenyataanya tidak ada orang yang pecundang. Pecundang adalah hanya merupakan anggapan atau ejekan yang dilebih-lebihkan. Jadi saat Anda mengalami kegagalan atau kesalahan, jangan sekali-kali mengatakan Anda seorang pecundang, karena tidak ada yang namanya pecundang, itu hanya anggapan semata.

Siapa pun yang mengatakan Anda pecundang, itu hanya melebih-lebihkan saja. Itu hanya ejekan semata. Anda bukan pecundang, Anda hanya mengalami kegagalan atau kesalahan. Jangan sampai Anda setuju bahwa Anda adalah seorang pecundang, sebab sekali Anda percaya bahwa Anda adalah seorang pecundang, maka Anda akan menjadi seorang pecundang. Pecundang yang sebenarnya dibuat-buat oleh Anda sendiri. Jika kegagalan menyebabkan seseorang menjadi pecundang, maka Thomas Alpha Edison termasuk pecundang kelas berat. Sebab dia sangat banyak melakukan kesalahan dan kegagalan.

Tuesday, August 9, 2016

ANDA BISA BENAR

ANDA BISA BENAR

Anda bisa jadi benar, semua alasan Anda adalah benar. Anda juga bisa berhasil. Tetapi Anda tidak bisa keduanya. Maksudnya, saat ini Anda pasti sudak memiliki suatu pola pikir atau mind set, sehingga Anda akan memiliki alasan untuk apa pun yang Anda lakukan dan tidak Anda lakukan. Dan alasan tersebut adalah bisa jadi benar.

Namun selama Anda menganggap bahwa alasan Anda selalu benar, Anda tidak akan meraih sukses. Saat Anda selalu mengatakan bahwa alasan Anda selalu benar, maka Anda sebenarnya sedang menutup “wadah” yang ada dalam diri Anda, sehingga tidak ada lagi yang bisa masuk lagi kepada diri Anda.

Selama Anda merasa bahwa alasan-alasan Anda selalu benar, maka kondisi Anda akan tetap seperti sekarang ini. “Wadah” Anda tidak akan bertambah karena Anda menutupnya, padahal banyak sekali hal-hal positif bisa saja masuk ke dalam “wadah” Anda, tetapi karena Anda merasa yang ada di dalam “wadah” diri Anda sudah cukup, maka tidak ada lagi yang akan masuk.

Sebagai contoh, ada seorang teman yang sedang kesulitan mencari kerja, kemudian saya sarankan dia membeli suatu buku yang menurut saya bagus dan akan membantu dia mendapatkan kerja. Dua minggu berselang, saya bertemu dengan dia, saya tidak bertanya apakah dia membeli buku tersebut atau tidak, tetapi saya tanyakan, bagaimana perkembangannya?

KOMANDAN PIKIRAN

KOMANDAN PIKIRAN

Yang menjadi komandan pikiran kita adalah kepercayaan kita. Pikiran-pikiran kita akan beroperasi sesuai dengan pola yang ada dalam pikiran kita. Pola ini dibentuk oleh kepercayaan-kepercayaan yang kita miliki. Jika kepercayaan kita positif, maka kita akan menghasilkan pikiran-pikiran positif. Sebaliknya, jika kepercayaan kita negatif, maka pikiran-pikiran kita juga akan negatif pula. Kabar buruknya, seringkali kita tidak sadar bahwa apa yang dalam pikiran kita adalah kepercayaan negatif. Lalu bagaimana cara mengubahnya?

Jika kepercayaan kita positif, maka kepercayaan kita akan bertindak sebagai kompas dan peta yang membimbing kita menuju sasaran-sasaran kita dan memberikan kepastian bahwa kita pasti sampai ke sana. Jika demikian maka Anda akan mengambil tindakan dengan sukarela, seolah-olah suatu tindakan otomatis yang mengarahkan diri Anda ke arah sasaran Anda. Tindakan seperti inilah yang akan membawa diri Anda menuju keberhasilan.

Untuk mengubah perilaku kita, maka kita harus mengubah kepercayaan kita terlebih dahulu. Tentu bukan kepercayaan terhadap agama kita, namun kepercayaan-kepercayaan yang sebenarnya kita memiliki kebebasan untuk memilih. Kesadaran bahwa kepercayaan adalah suatu pilihan adalah awal lahirnya sebuah kesempurnaan dalam hidup. Kepercayaan bukanlah hal yang statis. Jadi langkah pertama untuk mengubah kepercayaan adalah memperbaiki kepercayaan kita terhadap kepercayaan itu sendiri apakah statis atau bisa kita pilih.

MEWASPADAI PIKIRAN ANDA

MEWASPADAI PIKIRAN ANDA

Betul, Anda harus mewaspadai pikiran Anda. Sebab semua yang Anda miliki saat ini, kondisi Anda saat ini, dan menjadi apa Anda hari ini adalah hasil dari pikiran Anda. Orang kaya bisa menjadi kaya karena dia berpikir kaya, sadar atau tidak sadar. Mrang miskin juga disebabkan karena mereka berpikir miskin. Bagaimana dengan pikiran Anda? Lihat bagaimana diri Anda.

Pikiran akan membentuk diri kita. Pikiran terdiri dari dua bagian yanitu pikiran bawah sadar dan pikiran sadar. Kebiasaan dan spontanitas adalah hasil dari pikiran bawah sadar. Jika pikiran bawah sadar kita berisi pikiran-pikiran positif, maka Anda akan menghasilkan tindakan-tindakan positif dan pasti akan memberikan hasil yang positif.

Masalahnya, kita sering tidak sadar dengan pikiran yang ada dalam diri kita. Kita seringkali memprogram pikiran bawah sadar kita secara tidak sadar. Karena tidak sadar, maka kita tidak mengarahkan pikiran kita. Sumber-sumber pemograman dalam kehidupan kita terdiri dari program verbal, kejadian, dan model. Program verbal adalah apa yang kita dengar. Kejadian tertentu juga bisa memberikan keyakinan baru kepada kita, dan juga orang yang menjadi model kita bisa memprogram pikiran kita.

Pemograman ini berlangsung tanpa kita sadari sebab semuanya terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari secara alami. Bagi kita yang sudah mengalami bahwa ada pemograman pada pikiran kita, maka kita bisa mengarahkan pemograman ini. Anda bisa membendung pemograman yang negatif dan mengembangkan pemograman yang positif.

CARA MENDAPATKAN BERAS

CARA MENDAPATKAN BERAS

Bagaimana Anda mendapatkan beras? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mendapatkan beras? Ada 3 cara, masing-masing memerlukan waktu yang berbeda. Silahkan simak dan bandingkan ketiga cara mendapatkan beras di bawah ini. Anda mau memilih cara yang mana?

Cara pertama, Anda menanam sendiri. Berapa waktu yang diperlukan? Anggap saja Anda sudah punya sawah sendiri. Untuk menyiapkan lahan, diperlukan sekitar 1 bulan. Diperlukan 100 hari mulai dari menanam padi sampai panen. Diperlukan sekitar 1 minggu untuk mengeringkan padi dan satu hari untuk menggiling padi menjadi beras. Jadi, kira-kira diperlukan 4 bulan untuk mendapatkan beras.

Cara kedua, Anda pergi ke warung atau ke pasar untuk membeli beras. Dalam hitungan menit atau paling lama beberapa jam, Anda sudah mendapatkan beras.

Cara ketiga, ayunkan tongkat sihir Anda. Hanya dalam sekejap, beras sudah ada di depan Anda.

Anda mau memilih mana? Jika Anda ingin hasil yang sekejap, silahkan gunakan cara ketiga. Anda hanya bisa melakukannya jika Anda seorang penyihir. Dan, sihir itu dilarang oleh agama.

TINDAKAN ATAU BERPIKIR POSITIF?

TINDAKAN ATAU BERPIKIR POSITIF?

Mana yang lebih penting antara berpikir positif dengan tindakan? Saat saya sedang menulis berpikir positif, pernah ada yang mengomentari “buat apa berpikir positif jika tanpa tindakan?” Lalu dimana peran berpikir positif? Jika kita, masih belum memahami masalah ini, maka pengembangan diri kita akan terhambat.

Memang, seolah ada dua kubu dalam konsep pengembangan diri termasuk bisnis. Ada yang mengajarkan habis-habisan tentang berpikir positif, law of attraction, percaya diri, meditasi, berjalan diatas bara api, dan sebagainya. Sementara ada juga yang seolah mengajarkan cukup bertindak saja.

Lalu, mana yang benar?

Jawabannya sederhana. Pikiran positif dengan tindakan sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Karena keterbatasan pemahamanlah yang menyebabkan seolah berpikir positif terpisah dengan tindakan. Intinya seperti ini:

Hanya orang yang berpikir positiflah yang akan bertindak dengan benar. Sebaliknya orang yang bertindak dengan benar, berarti dia sudah berpikir positif.
Mungkin bukan salah gurunya. Tapi kadang kita yang salah menerjemahkan apa yang dikatakan oleh guru kita. Saat saya mengikuti kelas entrepreneur, seorang mentor memotivasi saya dan peserta lainnya untuk bertindak. “Tidak perlu banyak mikir, tidak perlu takut gagal, yang penting bertindak.” katanya.

FAKTA ATAU ASUMSI?

FAKTA ATAU ASUMSI?

Sebelum tahun 1954 adalah “fakta” bahwa tidak ada orang yang bisa lari mencapai 1 mil kurang dari 4 menit. Saat itu dianggap bahwa struktur dan kekuatan tubuh manusia memang tidak bisa lari lebih cepat dari itu. Yang menjadi pertanyaan ialah, saat dikatakan bahwa kita tidak mampu berlari lebih cepat lagi, apakah suatu fakta atau asumsi saja? Temukan jawabannya!

Saya tahu, Anda sudah menebaknya. Ternyata semua itu hanyalah asumsi saja. Yang benar adalah bukan “tidak ada” tetapi “belum ada”. Sebab pada tahun 1954, seorang pelari dari Inggris bernama Roger Bannister memecahkan semua asumsi yang ada. Dia mampu mencapai 1 mil dengan waktu hanya 3 menit 59,4 detik.

Apakah Bannister memiliki bakat yang berbeda dengan orang lain? Tidak, sebab dalam 3 tahun berikutnya ada 16 pelari yang mampu memcapai 1 mil dengan waktu kurang dari 4 menit. Kemanakah mereka sebelum tahun 1954?

Bahkan, keenambelas pelari itu tidak belajar kepada Bannister, sebab banister belum menjadi seorang pelatih. Mereka hanya melihat contoh, mereka hanya terbuka pikirannya bahwa mencapai 1 mil bisa diraih dengan waktu kurang dari 4 menit. Dulu, mereka terperangkap oleh asumsi yang sebaliknya. Dulu, mungkin mereka mengatakan “tidak mungkin” saat disuruh larih lebih cepat dari 4 menit untuk 1 mil.

Dalam sebuah tulisannya, Bannister mengatakan bahwa untuk mencapai kemampuan seperti itu ialah dengan memperkuat mental, atau mindset para pelari terlebih dahulu. Semua energi yang dimiliki manusia bisa dikeluarkan dengan sikap mental yang benar. Energi dalam pikiran tidak terbatas.

CIRI ORANG YANG BERPIKIR POSITIF

CIRI ORANG YANG BERPIKIR POSITIF

MEMAHAMI CIRI ORANG YANG BERPIKIR POSITIF AGAR ANDA BISA MENCAPAINYA

ciri orang yang berpikir positifSeperti apakah ciri orang yang berpikir positif? Ini sangat penting! Kesalahan kita dalam memahaminya bisa merugikan kita. Sebagai contoh, ada yang mengatakan bahwa kita tidak perlu memiliki pikiran positif. Ada juga yang mengatakan bahwa pikiran positif saja tidak perlu untuk sukses. Jelas, orang ini belum paham dengan apa yang dimaksud berpikir positif.

Dalam artikel ini, saya akan membahas, seperti apa sich ciri orang yang berpikir positif? Tujuannya tiada lain memberikan pemahaman secara utuh tentang makna berpikir positif dan ciri-cirinya.

SEBELUM MEMBAHAS CIRI ORANG YANG BERPIKIR POSITIF, KITA BAHAS DULU APA DEFINISI BERPIKIR POSITIF

Langkah pertama untuk memahaminya ialah kita harus memahami terlebih dahulu tentang definisi berpikir positif. Kata kunci dalam berpikir positif adalah “keyakinan”. Silahkan baca artikel tersebut disini untuk lebih jelasnya.

Ciri Orang Yang Berpikir Positif Yang Utama Adalah Optimisme

Berdasarkan pengertian yang dijelaskan diatas, maka ciri utama seseorang yang memiliki pikiran positif adalah memiliki optimisme yang tinggi. Optimisme adalah sebuah pemikiran penuh harapan dan percaya diri bahwa apa yang ditujunya akan tercapai. Optimisme adalah pandangan yang penuh harap. Sebuah sikap optimis bisa lahir saat seseorang memiliki keyakinan yang kuat bahwa dia bisa mencapai apa yang dia harapkan. Inilah ciri orang yang berpikir positif.

Monday, August 8, 2016

CARA BERPIKIR KRITIS

CARA BERPIKIR KRITIS

ANDA TAHU CARA BERPIKIR KRITIS?

Untuk memahami cara berpikir kritis, seberapa hari lalu, saya membuat sebuah pertanyaan untuk latihan dan mengetahui sejauh mana kita berpikir. Pertanyaan tersebut adalah:

Polisi: “Anda ditilang karena menerobos lampu merah.” Pengendara: “Saya melihat lampu hijau jadi saya jalan terus. Bapak cari-cari kesalahan saya saja!”

Menurut Anda, siapa yang salah?

Ada 84 jawaban yang masuk. Setelah saya analisa satu persatu, ternyata ada 4 jawaban yang benar, berikut dengan alasannya.

Sebenarnya, jawaban yang benar lebih dari 4, tetapi tidak menyertakan alasan atau alasan yang salah. Sementara keempat jawaban ini benar dan menyertakan alasan yang cukup kritis saat melihat permasalahan.

JIKA TAHU CARA BERPIKIR KRITIS, ANDA MELIHAT YANG TIDAK DILIHAT ORANG

DARI TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN

DARI TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN

Pernahkan Anda menganggap sesuatu yang tidak mungkin? Saya sedang berbicara sesuatu yang bisa dicapai dan dilakukan oleh manusia. Namun Anda melihatnya sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh Anda. Padahal, sudah ada orang yang mampu melakukan atau meraihnya. Kenapa tidak mungkin bagi Anda? Bagaimana Anda bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang mungkin bagi Anda? Temukan jawabannya.

Ada beberapa alasan yang sering mengubur kemungkinan peluang yang sebenarnya ada di hadapan kita.

Pertama: penyebab pertama ialah kesombongan. Bagaimana bisa? Seseorang yang sombong, merasa sudah tahu semuanya, tidak lagi perlu belajar, dan merasa diri sudah hebat, dia akan menjadi orang yang paling tertutup. Tertutup terhadap ilmu, keterampilan dan wawasan baru. Sehingga saat dia melihat sesuatu yang dia tidak bisa, maka menganggap bahwa itu adalah sesuatu yang “mutlak” tidak bisa dilakukan. Dia sendiri yang menjadi acuannya.

Dia mengatakan, itu di luar kemampuan “manusia”, karena dia menganggap bahwa semua manusia tidak ada yang lebih mampu dibanding dia. Padahal, yang sebenarnya ialah, diluar kemampuan “dia sendiri”. Seandainya dia mau belajar kepada orang lain, maka sangat mungkin dia menjadi mampu. Jadi, untuk mengubah sesuatu menjadi mungkin, ialah dengan melepaskan kesombongan.

BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR DALAM PRAKTEK

BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR DALAM PRAKTEK

APA YANG DIMAKSUD BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR?

Ini bukan resensi dari buku Berpikir dan Berjiwa Besar yang merupakan terjemahan The Magic of Thinking Big. Apa yang akan dibahas memang khas Motivasi Islami, tidak ada kaitannya dengan buku itu meski mengambil judul yang sama.

Jadi apa yang dimaksud dengan berpikir dan berjiwa besar? Ada dua istilah yang perlu kita lihat disini, yaitu berpikir besar dan yang kedua berjiwa besar.

BERPIKIR BESAR

Apa yang dimaksud berpikir besar? Kenapa harus peduli dan apa dampaknya dalam kehidupan kita?

Berpikir adalah dasar tindakan Anda. Disadari atau tidak, Anda bertindak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran Anda. Nah dari sinilah, jika Anda memiliki pikiran besar atau berpikir besar, maka Anda akan melakukan tindakan yang besar dan tentu saja akan mendatangkan hasil yang lebih besar pula.

Yang dimaksud dengan besar disini, bukan hanya besar dalam kuantitas saja tetapi juga besar dalam hal kualitas. Keberanian, kecerdasan, kejelian, dan kepekaan terhadap peluang adalah ciri dari kualitas berpikir seseorang. Belum disebut bertindak besar jika hanya kerja keras dengan hasil yang kecil.

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAHYU ADALAH PETUNJUK

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAHYU ADALAH PETUNJUK

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAYU ADALAH PETUNJUK

akalUngkapan tentang kedudukan akal ini dikatakan oleh Imam a-Ragib al-Isfhani dalam bukunya yang berjudul Ad-Dzari’ah ila Makarim al-Syariah. Selanjutnya beliau mengatakan, tanpa akal maka agama ini tidak akan langgeng dan tanpa agama, maka akal akan kebingungan. Oleh karena itu Allah menyebutnya cahaya diatas cahaya (QS. An Nur:35)

Sayyidina Ali ra. berkata, “Perbendaharaan manusia yang paling berhaga adalah akal yang dimilikinya. Ketika manusia jatuh hina, ia memuliakannya; ketika manusia terjatuh, ia mengangkatnya, dan ketika manusia tersesat, ia memberikan manusia petunjuk, dan ketika manusia berbicara, ia mengukuhkannya.”

Iman Al Ghazali dalam bukung, Ma’arij Al Quds mengatakan, “Ketahuilah sesungguhnya akal tidak akan mendapatkan petunjuk tanpa syariah dan kebenaran syariah tidak akan terungkap tanpa akal. Hal ini karena akal ibarat pondasi, sementara syariah adalah bangunannya. Tidak ada artinya sebuah pondasi tanpa bangunan diatasnya, dan bangunan tidak akan berdiri tanpa pondasi yang menopangnya.”

BUKALAH MATA, HATI, DAN PIKIRAN ANDA – HARAPAN ITU MASIH ADA

BUKALAH MATA, HATI, DAN PIKIRAN ANDA – HARAPAN ITU MASIH ADA

APAKAH ANDA MELIHAT DUNIA PENUH KESULITAN?



Kadang kita melihat dunia ini penuh dengan kesulitan, hanya diisi oleh hal-hal yang membuat kita tidak senang, sedih, kecewa, atau hal-hal yang tidak kita inginkan lainnya. Mengapa bisa demikian? Sebenarnya itu dikarenakan pikiran kita hanya fokus pada kesulitan tersebut.

Fokus adalah sangat penting dalam produktivitas dan hanya akan berguna jika kita fokus pada hal yang benar dan bermanfaat. Sebaliknya, banyak orang yang malah fokus pada hal salah, tidak bermanfaat, atau tidak diperlukan. Padahal masih banyak peluang atau hal lain yang bisa kita dapatkan lebih banyak lagi.

Sebuah permainan sederhana yang cukup menarik. Permainan ini sering dilakukan dalam berbagai seminar dan bermanfaat untuk memeriksa pola pikir kita selama ini.

Coba Anda perhatikan, gambar apa yang ada di bawah ini?

HARAPAN BARU BUKAN KARENA TAHUN BARU

HARAPAN BARU BUKAN KARENA TAHUN BARU

TAHUN BARU HARAPAN BARU, BENARKAH?

harapan baruBanyak yang berkata, tahun baru adalah harapan baru. Padahal, banyak kasus, sudah bertahun-tahun lewat, sudah beribu harapan baru kita resolusikan, namun banyak yang tidak berubah sama sekali. Benarkah tahun baru adalah harapan baru? Think again!

Banyak orang yang gagal dengan resolusi tahun barunya. Tidak sedikit yang akhirnya melupakan “tradisi” membuat resolusi di tahun baru. Mengapa? Sebab resolusi tahun lalu pun tidak tercapai.

Apa yang salah?

Sebab harapan baru itu hanya ilusi jika tidak kita persiapkan apa yang menyebabkan harapan baru itu terwujud. Kita sering kali melupakan sebab akibat. Kita berharap akibat, tetapi melupakan sebab. Berharap mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi tidak pernah berubah.

VIRUS MASA LALU MENGHAMBAT ANDA

Satu hal penting yang selalu menghambat diri kita untuk mencapai hal baru adalah karena adanya virus dari masa lalu. Virus ini akan menghambat Anda berkembang dan tidak akan mencapai pencapaian baru yang lebih baik. Jika Anda ingin berubah, Anda harus membasmi virus masa lalu ini.

GIMANA CARA BERPIKIR POSITIF? DAN 10 MANFAAT DAHSYAT!

GIMANA CARA BERPIKIR POSITIF? DAN 10 MANFAAT DAHSYAT!

Sebelum kita menjawab gimana cara berpikir positif, ada baiknya kita review, apa sih yang dimaksud dengan berpikir positif. Mengapa harus mengathui definisinya, karena kita tidak akan bisa mencapai sesuai jika kita tidak mengetahui apa yang kita tuju. Anda tidak akan pernah sampai ke Jakarta, jika Anda tidak mengetahui Jakarta itu dimana.

Gimana Cara Berpikir Positif

Gimana Cara Berpikir Positif? Berpikir Positif Adalah …

Sebuah hadist Qudsi menjelaskan tentang konsep dasar berpikir positif.

Sesungguhnya Allah berkata: “Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku” (HR.Muslim)

“Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu” (QS.Adh Dhuha: 3)

Para mufassir sepakat bahwa latar belakang turunnya surat ini adalah keterlambatan turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW Keadaan ini dirasakan berat oleh Rasul, sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa Muhammad SAW telah ditinggalkan oleh Tuhan nya dan dibenci-Nya.

Sunday, August 7, 2016

PENGEMBANGAN KARIR LEBIH CEPAT

PENGEMBANGAN KARIR LEBIH CEPAT

PENGEMBANGAN KARIR ATAU MENGELUH?

pengembangan karir lebih cepat

Menarik, dalam pengembangan karir, sering kali saya menemukan orang yang mengeluh karena karirnya yang mentok, tidak puas dengan pekerjaan, tidak puas dengan perusahaan, dan tidak puas dengan gaji yang diterima. Tahukah Anda, mengeluh itu hanya memperparah? Anda bisa terus mengeluh, menyalahkan siapa pun dan apa pun kondisi yang ada. Namun satu orang yang tidak Anda salahkan, yaitu Anda sendiri.

Mengeluhkan kondisi dan orang lain, akan menjadikan Anda sendiri merasa benar. Anda berharap semua orang berubah mendukung Anda. Anda berharap kondisi menjadi kondusif untuk karir Anda. Sementara, Anda sendiri tidak berubah. Ini karena Anda hanya fokus pada mengeluh dan menyalahkan.

Jika Anda mau berubah, yuk kita mulau memfokuskan pada diri Anda. Kita mulai melakukan pengembangan karir Anda. Ini akan lebih bermanfaat bagi Anda dari pada hanya mengeluh.

“Bagaimana jika sudah melakukan pengembangan karir, tetapi kondisi tetap tidak mendukung? Tetapi, orang-orang tetap tidak mendukung?”

KENAPA TIDAK PUNYA MOBIL?

KENAPA TIDAK PUNYA MOBIL?

PENASARAN, KENAPA TIDAK PUNYA MOBIL?

Tampang bingung. Itulah gambaran yang bisa dilukiskan di wajah seorang bocah 6 tahun, saat melihat lalu-lalangnya kendaraan di jalan. Bocah itu seakan tidak memperdulikan hilir mudik orang-orang yang melaluinya bahkan ada beberapa orang yang hampir menendangnya. Dia pun seakan tidak senang saat beberapa orang yang lewat memasukan uang receh ke dalam kaleng yang sengaja di simpan di depannya.

“Sudah dapat berapa Ujang?” sapa seorang wanita umur 40 tahunan yang mengagetkan si Ujang. Si Ujang menengok wanita yang nampak lebih tua dari umur sebenarnya. Wanita itu tiada lain adalah ibunya yang sama-sama membuka praktek mengemis sekitar 100-200 meter dari tempat si Ujang mengemis.

“Nggak tahu Mak, hitung aja sendiri,” jawab si Ujang sambil melihat kaleng yang ada di depannya. Tanpa menunggu, wanita yang dipanggil Emak itu mengambil kaleng yang ada di depan si Ujang. Kemudian isi kaleng tersebut ditumpahkan ke atas kertas koran yang menjadi alas mereka duduk.

“Lumayan Ujang, bisa membeli nasi malam ini. Sisanya buat membeli kupat tahu besok pagi.” Kata si Emak sambil tersenyum lebar, karena rezeki malam itu lebih banyak dari hari-hari biasanya.

AKAL MANUSIA

AKAL MANUSIA

Ada seekor kerbau yang setiap pagi dibawa oleh seorang anak penggembala yang masih kecil menuju sawah yang akan dibajak. Jika tidak ada pekerjaan, kerbau itu oleh penggembala dibawa ke daerah yang banyak rumputnya. Kemana pun kerbau itu dibawa selalu saja nurut kepada majikannya yang seorang anak kecil.

Suatu saat, saat si kerbau sedang sendirian, ada seekor harimau menghampiri kerbau itu. Si harimau berkata kepada kerbau,

“Hey kerbau, saya sudah beberapa hari mengamati kamu. Kamu selalu nurut saja dibawa-bawa atau disuruh-suruh oleh majikan kecilmu. Manusia majikanmu itu sangat kecil dibanding kamu, kenapa tidak kamu tubruk saja, pasti dia terpental jauh atau mati. Kamu jadi bebas seperti saya, bebas kemana pun saya mau.”

“Saya takut kepada anak kecil itu”, jawab si kerbau.

“Ha ha ha, dasar bodoh kamu. Masa badan kamu yang besar takut kepada anak kecil?” ejek si harimau sambil menertawakan.

“Kamu juga akan takut jika kamu mengetahui kelebihan manusia” kata si kerbau menjelaskan.

“Apa sih kelebihan manusia itu, koq bisa membuat kamu takut?” tanya si harimau penasaran.

KEKUATAN IDE UNTUK MERAIH KEMENANGAN GEMILANG

KEKUATAN IDE UNTUK MERAIH KEMENANGAN GEMILANG

MERAIH KEMENANGAN GEMILANG BUKAN KEBERUNTUNGAN

kemenangan gemilangSalah seorang perenang yang baru saja meraih kemenangan gemilang dengan menyabet 4 medali emas Olimpiade, merasa tersinggung saat dikatakan bahwa dia beruntung mendapatkan 4 emas. Dia katakan bahwa hasil pencapainya ialah hasil dari persiapan dan latihan keras selama 8 jam per hari dan 7 hari dalam sepekan. Artinya 8 jam setiap harinya dia ada di kolam.

Meraih kemenangan gemilang selalu hasil dari visi yang kuat, persiapan yang matang, dan tindakan (juga latihan) yang hebat. Sayangnya, sekarang banyak orang yang tertipu dengan hanya memikirkan tindakan SAJA, sehingga dia sudah lelah berusaha namun tidak juga meraih kemenangan gemilang dalam hidupnya. Yang lebih parah lagi, tindakan asal-asalan bahkan tidak bertindak, sementara berharap untuk menang.

Sebagaimana kemenangan gemilang yang diraih oleh Muhammad Al Fatih, juga hasil dari visi yang kuat, persiapan yang matang, tindakan yang hembat, dan tentu saja pertolongan dari Allah. Muhammad Al Fatih dan pasukannya rajin berdo’a dan melakukan ibadah-ibadah yang mendatangkan pertolongan Allah.