Dalam banyak literatur sukses dari barat, mereka alergi dengan kata negatif. Katanya akan menghambat sukses. Fokuslah pada yang positif dan hindari kata negatif. Konsep ini ada benarnya, namun bukan berarti harus pukul rata sehingga kita tidak mau lagi berkata hal yang negatif. Ini tidak sesuai dengan sunah Nabi Muhammad saw.
Pikiran bawah sadar kita bisa saja tidak bisa membedakan kata negatif dan positif. Saat kita mengatakan hal yang negatif, maka kita pikiran bawah sadar kita akan menerima hal tersebut dan akan membentuk pola dalam pikiran bawah sadar kita. Jika konsep “getaran” -yang menjadi landasan Law of Attraction- adalah benar, bisa jadi alam memang tidak bisa membedakan mana kata negatif dan mana kata positif.
Namun, kita sebagai seorang Muslim, kita tidak hanya berurusan dengan pikiran bawah sadar atau alam semata. Untuk meraih sukses, kita akan meminta bantuan dan pertolongan Allah dengan cara berdo’a serta bertawakal kepada Allah. Allah Mahatahu dengan apa yang kita inginkan. Tidak peduli dengan kata itu negatif atau positif, Allah pasti memahaminya.
Do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw maupun yang diambil dari Al Quran sering kali mengandung kata “negatif”. Kita tidak sedang memerintah alam atau pikiran bawah sadar, tetapi kita sedang meminta kepada Allah Yang Mahatahu. Allah akan tahu maksud kita, tidak akan terjebak oleh kata negatif yang kita ucapkan dalam do’a.

