Showing posts with label Berserah diri. Show all posts
Showing posts with label Berserah diri. Show all posts

Wednesday, August 10, 2016

BIARKAN ALLAH MEMBANTU

BIARKAN ALLAH MEMBANTU

Seringkali dalam menghadapi suatu masalah, kita merasa mentok dalam menyelesaikan masalah tersebut. Begitu juga saat kita ingin membuat rencana dalam mencapai tujuan, sering kali kita mentok dengan cara-cara atau ide-ide yang harus kita lakukan. Akhirnya karena kebingungan ini, seringkali menurunkan motivasi kita dan akhirnya membuat kita menyerah.

Namun saat kita bertemu kondisi seperti, (kemungkinan Anda bertemu dengan kondisi seperti ini besar sekali), jangan dulu menyerah. Sebab kita masih punya Allah. Bukankah Allah akan menolong kita? Bukankah Allah akan membantu kita? Bukankah Allah Maha Mengetahui? Jika demikian, biarkan Allah membantu kita. Jika kita sudah berpupaya dan berpikir keras namun belum menemukan jawaban, biarkan Allah yang akan memberi petunjuk kepada kita.

Sebenarnya, solusi itu ada, ide-ide yang kita butuhkan ada, namun kita belum menemukannya. Saat Anda mentok, biarkan Allah menunjukan ide-ide tersebut kepada kita dengan jalan kita bertawakal. Namun yang namanya bertawakan bukan berarti kita melupakannya, kita tetap harus mengingatnya, harus tetap berusaha sambil memohon kepada Allah agar membantu bagaimana kita mencari ide-ide yang kita butuhkan.

KAPAN DATANGNYA SEBUAH IDE?

KAPAN DATANGNYA SEBUAH IDE?

Saat kita sengaja memikirkan sebuah ide, kadang ide begitu sulit datang. Sementara saat kita sedang santai tiba-tiba sebuah ide datang. Sebagai contoh pengalaman saya tadi malam, saat kondisi pikiran sedang santai tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menulis sebuah artikel yang ingin segera dipublikasikan agar bisa dibaca oleh Anda pembaca internet. Archimedes datang ide saat dia sedang mandi. Ada juga ide datang saat sedang tidur melalui mimpi dan berbagai cara lainnya. Intinya saat pikiran kita sedang rileks. Mengapa?

Saat sedang tidur, saat sedang mandi, atau saat-saat santai lainnya ialah saat pikiran kita begitu tenang. Inilah saatnya kita mengakses pikiran bawah sadar karena sebenarnya informasi sudah banyak yang tersimpan disana, hanya saja kita perlu mengaksesnya seperti kita mengakses file yang ada di dalam komputer kita.

Jadi kapan datangnya ide? Seringkali ide-ide tersebut sudah ada didalam pikiran bawah sadar. Setiap kali ada informasi, pikiran bawah sadar kita selalu menangkap dan menyimpan informasi tersebut. Yang kita perlukan ialah mengakses dan mengolah informasi yang ada di dalam pikiran bawah sadar. Jika kita mampu melakukannya maka kita dalam sebuah proses kreatif.

MEMBERI, BUKAN MENERIMA

MEMBERI, BUKAN MENERIMA

Suatu saat saya sedang naik bis kota. Tiba-tiba ada seorang laki-laki naik bis tersebut. Saya kira penumpang. Tiba-tiba dia berbicara di depan penumpang dengan lancarnya. Ngomongnya bak seorang mubaligh sedang ceramah. Dia memiliki gaya bicara yang bagus, lancar tanpa tersendat. Tidak ada grogi. Dia juga membacakan berbagai hadist dan ayat Al Quran dengan lancar dan cukup fasih. Dia membahas tentang hari akhirat dan manfaat memberi agar selamat di akhirat.

Saya mengakui cukup mendapatkan ilmu saat mendengarkan “ceramahnya”. Dia juga menunjukkan “kekritisannya” terhadap orang-orang kaya dan para pejabat. Inti dari ceramahnya adalah orang-orang kaya dan pejabat harus mau memberi kepada sesama demi kebaikan mereka sendiri. Bukan hanya itu gaya bicara pun cukup menghibur dengan diselingi canda dan tawa.

Setelah selesai ceramah panjang lebar, dia mengambil sesuatu dari sakunya. Anda sudah menebaknya? Betul, dia mengeluarkan sebuah plastik untuk meminta uang dari penumpang. Dia menghampiri satu persatu penumpang sambil menyodorkan plastik dan tidak lepas diiringi dengan senyum. Sampai di hadapan saya, dan saya melambaikan tangan tanda meminta maaf. Sebenarnya saya hanya tidak mau memberi dia saja.

Saya hanya berpikir, bukankah dia memahami makna dan manfaat memberi? Tetapi yang dia lakukan justru ingin menerima. Seolah memberi untuk orang lain dan menerima untuk dirinya. Orang lain memang harus memberi, terutama memberi kepada dirinya.

MENJADI UMAT TERBAIK

MENJADI UMAT TERBAIK

Menarik sekali sebuah artikel yang dimuat oleh dakwatuna.com tentang menjadi umat terbaik. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa ciri utama menjadi umat terbaik ialah kemampuan dan kemampuan untuk memberi kepada sesama. Ada poin terakhir yang menarik perhatian saya, yaitu untuk menjadi pemberi kita harus punya terlebih dahulu apa yang akan diberikan. Sebuah botol tidak akan bisa mengisi gelas jika botol tersebut kosong.

“Jangankan memberi untuk orang lain. Untuk diri sendiri pun saya masih sulit.”

OK, mungkin ini benar. Kita bisa saja masih kesulitan untuk memberi. Namun sebagai seorang Muslim yang ingin memberi, maka tugas kita untuk menjadikan masalah ini segera teratasi. Artinya kita harus mau bertumbuh untuk menjadi pribadi yang sanggup memberi. Jika Anda tidak mau seperti Aisyah r.a. yang masih tetap mau memberi meski kekurangan, maka jadikan diri Anda menjadi orang yang berlebih agar bisa dengan mudah memberi kepada orang lain. Berusahalah agar Anda menjadi umat terbaik.

Namun alangkah baiknya, meski kita masih kurang kita tetap memberi. Bukankah Allah sudah berjanji akan melipat gandakan pemberian kita? Jangan marah jika Indonesia dan umat Muslim di Indonesia memberi begitu banyak harta ke rakyat Palestina. Pemberian itu tidak akan membuat Indonesia menjadi miskin, justru kita akan mendapatkan tambahan nikmat berlipat ganda dari Allah karena sudah memberi.

SELALU ADA JALAN KELUAR

SELALU ADA JALAN KELUAR

Pernahkan Anda menemui jalan buntu? Sebenarnya jalan buntu itu adalah suatu istilah untuk sebuah jalan yang tertutup. Hanya saja, orang sering mendramatisir seolah tidak ada jalan lain lagi untuk mencapai tujuan kita. Jika sebuah jalan buntu, memang tidak ada jalan keluar jika kita hanya berpikir itu satu-satunya jalan. Padahal, di luar sana masih banyak jalan yang bisa kita lalui.

Kesalahan kita ialah seringkali mempersempit pandangan kita. Seperti uraian diatas, pandangan kita sempit, kita hanya memikirkan jalan tersebut saja, sehingga seolah peluang kita mencapai tujuan telah sirna. Namun, jika kita mau memperluas pandangan, sebenarnya masih banyak jalan-jalan lain yang bisa kita lalui.

Jalan buntu adalah suatu analogi sebuah masalah yang kita hadapi dalam kehidupan kita. Dalam bisnis, karir, sosial, keluarga, dan sebagainya. Banyak orang begitu stress menghadapi masalah, mengatakan sudah menemui jalan buntu, dan menyerah begitu saja. “Mau apa lagi?” katanya.

Hal ini diperparah oleh ungkapan yang mengatakan bahwa peluang hanya datang satu kali. Sehingga saat seseorang kehilangan peluang kerja, peluang bisnis, dan peluang lainnya dia pikir tidak ada lagi peluang lain sehingga dia stress dan ketakutan kehilangan peluang yang ada di depan matanya.

BERHENTI SAAT MEMILIKI KEINGINAN

BERHENTI SAAT MEMILIKI KEINGINAN

Darimanakah datangnya sebuah keinginan? Keinginan datang dari hati yang selalu bolak balik. Bisa jadi sebuah keinginan itu adalah keinginan yang baik atau sebaliknya. Sayangnya kita sering kali tidak melihat sesuatu dibalik keinginan karena perhatian kita fokus pada keinginan, bukan pada apa yang ada dibalik keinginan.

Para ahli pemasaran atau penjualan sering mengatakan bahwa keputusan seseorang membeli sesuatu, lebih sering disebabkan oleh keinginan. Kemudian, logika membenarkan keinginan tersebut. Emosi seringkali lebih berperan dalam mengambil keputusan dibandingkan dengan pikiran atau logika.

Jika keinginan selalu kita turuti, artinya hidup kita akan dikendalikan oleh emosi. Emosi datang dari hawa nafsu yang rentan dipengaruhi oleh faktor luar (teruma syaithon). Pikiran bawah sadar kita, bisa menerima informasi jauh lebih cepat dibandingkan pikiran sadar. Sehingga pola yang terbentuk dalam pikiran bawah sadar, sering kali tidak kita sadari. Keinginan datang dari sana, dengan pola yang tidak kita sadari. Maukah kita turuti saja?

Jika keinginan selalu kita turuti, artinya kita tidak bisa mengendalikan hidup kita. Hidup kita akan terombang ambing sebagaimana terbolak-baliknya hati kita. Peran logika atau akal akan terabaikan atau hanya sebagai pembenaran keinginan kita. Sungguh, kita mangabaikan potensi akal yang sudah Allah berikan kepada kita.

ANEH – CARA MENGATASI MASALAH DENGAN MELUPAKAN MASALAH

ANEH – CARA MENGATASI MASALAH DENGAN MELUPAKAN MASALAH

CARA MENGATASI MASALAH YANG ANEH?

Koq bisa? Tentu saja jika melupakan masalahnya diletakan pada tempatnya. Kesalahan umum adalah saat seseorang melupakan masalah dengan cara melakukan pengalihan yang negatif seperti tidak peduli, mabuk, dan menyibukan diri dengan hal-hal yang melenakan. Ini adalah cara melupakan masalah yang salah, bukan cara ini yang akan kita bahas.

Mengapa harus melupakan masalah? Masalah biasanya berkaitan dengan hal yang negatif. Maka memikirkan masalah, pikiran kita akan menjadi negatif. Jika pikiran negatif maka yang lain pun akan negatif.

Saat anda sibuk memikirkan masalah, kemudian anda sedih, kecewa, mengeluh, meratapi, berandai-andai, bahkan bisa sampai menyalahkan Allah mengapa memberikan masalah kepada Anda. Saat kondisi pikiran, emosi, dan hati anda seperti ini, justru anda akan jauh dari solusi. Jika pikiran Anda masih fokus pada hal yang negatif, mengatasi masalah akan sulit.

Kalau begitu, kita harus fokus ke solusi?

Fokus Pada Solusi? Tunggu Dulu …

Tepat sekali. Fokus pada solusi. Dengan catatan setelah Anda mengetahui solusinya. Bagaimana kita bisa fokus pada solusi jika solusinya saja belum kita ketahui?

BE DO HAVE – BUKTI NIAT MULIA

BE DO HAVE – BUKTI NIAT MULIA

ANDA PUNYA NIAT MULIA?

Banyak orang yang memiliki niat mulia, namun ada syarat, yaitu jika sudah…. Sebagai contoh saya akan berinfaq jika sudah kaya. Lalu apa hubungan dengan konsep Be Do Have?

Kita mungkin pernah mendengar atau kita sendiri mengatakan bahwa jika kita sudah berhasil, jika kita sudah kaya, jika kita sudah banyak uang, kita akan banyak membantu sesama. Kita akan fokus di dakwah, kita akan banyak menyumbang anak yatim piatu, memberi makan fakir miskin, dan berbagai perbuatan mulia lainnya.

NIAT MULIA DAN KONSEP BE DO HAVE

Be Do Have adalah suatu konsep yang saya baca dalam buku One Minute Millionaire (Mark Victor Hansen and Robert G. Allen) untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, khususnya dalam buku tersebut untuk menjadi seorang milyarder yang tercerahkan, Enlightened Millionaire. Uniknya konsep ini bukan diawali oleh kerja (do) menuju milyarder, tetapi diawali oleh menjadi (be).

Konsep ini mengajarkan kita untuk menjadi milyarder terlebih dahulu. Setelah kita menjadi, kita mengerjakan tindakan apa saja yang diperlukan. Hal ini akan menjadikan tindakan kita lebih efektif. Tindakan akan sesuai dan serasi dengan apa yang ada dalam pikiran kita. Jika kita sudah berpikir bahwa kita sudah menjadi apa yang kita inginkan maka tindakan akan mengikutinya. Setelah kita menjadi (be) apa yang kita inginkan, kemudian mengerjakan (do) pekerjaan yang harus dilakukan, maka kita akan memiliki (have) hasil yang kita lalui.

MINTALAH PERTOLONGAN ALLAH

MINTALAH PERTOLONGAN ALLAH

BAGAIMANA PUN HEBATNYA MANUSIA TETAP MEMERLUKAN PERTOLONGAN ALLAH

pertolongan AllahAllah menciptakan manusia dengan segala keterbatasan dan kelemahannya disamping kelebihan dan kekuatannya, inilah mengapa kita memerlukan pertolongan Allah. Kita harus memahami keterbatasan dan kelemahan ini agar kita menyadari akan kelemahan kita dan mampu mengatasi kelemahannya tersebut dan menjadikanya kemuliaan.

Sebagai makkhluk, manusia lemah, manusia diciptakan dengan keterbatasan fisik dan akal. Fisik manusia tidak akan mampu menggerakan alam semesta ini dengan tenaganya, bahkan juga akal manusia dengan berbagai hasil teknologinya. Manusia sangat lemah dihadapan Allah sehingga diperlukan untuk meminta bantuan dan pertolongan Allah SWT.

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS.4:28)

Kelemahan manusia lainnya ialah bodoh. Seperti apa yang difirmankan Allah,

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS.33:72)

MAAFKANLAH

MAAFKANLAH

Kesalahan, kegagalan, atau tindakan yang menyakitkan akan membuat hati kita sedih dan kecewa. Ini adalah perasaan yang negatif, perasaan negatif akan memberikan efek berupa motivasi yang lemah. Oleh karena itu kita perlu menghilangkan perasaan negatif ini dalam hati kita, caranya ialah dengan memaafkan.

Siapa yang harus dimaafkan?
Yang pertama justru Anda sendiri. Kesalahan dan kegagalan dimasa lalu adalah sudah berlalu. Jangan diingat dan menyalahkan diri sendiri terus menerus, maafkan diri Anda, ambil hikmah dan lupakan kesedihannya. Dengan memaafkan diri sendiri akan melepaskan energi negatif dalam diri Anda. Diri kita tidak bisa kosong dan hanya bisa terisi oleh satu energi, maka saat energi negatif pergi, akan muncul energi positif. Ini akan memberikan semangat baru bagi Anda.

Jika kesalahan Anda berhubungan dengan dosa, maka mintalah pengampunan dari Allah. Yakinlah bahwa Anda akan diampuni selama Anda melakukan taubat yang benar-benar taubat karena Allah Maha Pengampun dan Penerima Taubat hamba-Nya. Dalam berbagai ayat Al Quran dan Hadits, Allah telah berjanji akan mengabulkan do’a dan taubat kita jika mau melakukannya. Percayalah rahmat Allah lebih luas dari murka-Nya.

Tuesday, August 9, 2016

MAU KAYA? BERDO’ALAH

MAU KAYA? BERDO’ALAH

Dalam berbagai buku cara kaya yang ditulis oleh para milyarder barat, saya sering menemukan bahwa langkah pertama untuk kaya ialah kita jangan “alergi” dengan kekayaan. Jangan berpikir bahwa kekayaan itu jahat, orang kaya itu jahat, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan adalah jahat. Selama pikiran itu ada di dalam hati kita, kita tidak akan pernah kaya. Yang penting, seperti dikatakan oleh Bob Proctor, uang harus menjadi pelayan kita, bukan kita menjadi budak uang. Lalu bagaimana cara Rasulullah saw kaya?

Ternyata, dari sekian do’a yang pernah diucapkan oleh Rasulullah saw, ada beberapa do’a yang meminta kaya atau jauh dari kemiskinan. Coba simak beberapa do’a berikut ini:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kesucian diri, dan kekayaan.” Diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan Ibn Majah dari Ibn Mas’ud, Shahih. al-Jami’, as-Shaghir, 1275.

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kepapaan, dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kezaliman orang dan menzalimi orang.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasai, Ibn Majah, Hakim dari Abu Hurairah r a ( al-Jami’, as-Shaghir, 1287)

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kekufuran, kefasikan, perpecahan, dan kemunafiqan.” Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi di dalam al-Du’a,dari Anas, ibid., 1285

GEMPA DI BULAN RAMADHAN: MOMENTUM UNTUK BERTOBAT DAN MENINGKATKAN AMAL BAIK

GEMPA DI BULAN RAMADHAN: MOMENTUM UNTUK BERTOBAT DAN MENINGKATKAN AMAL BAIK

Gempa adalah salah satu tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Ini merupakan bencana untuk mengingatkan, menakuti, atau menghukum umat manusia. Ketika terjadi gempa, manusia seharusnya mengingat akan kelemahan, ketidakmampuan, kekerdilan, dan ketidakberdayaannya di hadapan Allah. Mereka harus bersegera untuk berdoa dan memohon kepada Allah dengan penuh ketundukan agar Ia melenyapkan bencana dari mereka.

Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am:42-44)

Ketika terjadi gempa, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar, berdoa, bersedekah, sebagaimana hal ini dianjurkan ketika terjadi gerhana matahari dan bulan:

Zakaria Al-Anshari berkata, “Setiap orang dianjurkan untuk berdoa dengan merendahkan diri ketika terjadi gempa, kilat, angin kencang, dan melaksanakan shalat di rumahnya, sebab ketika terjadi angin kencang, Rasulullah bersabda,

BINGUNG MENCARI YANG HILANG

BINGUNG MENCARI YANG HILANG

Pernahkan Anda kebingungan mencari yang hilang? Akan lebih bingung lagi saat Anda tidak tahu apa yang dicari. “Ada yang hilang dalam diri saya, tapi saya tidak tahu apa itu.” Maka, pencariannya tidak pernah selesai, karena tidak akan pernah menemukan yang dia cari. Bagaimana bisa menemukan apa yang dia cari? Dia tidak tahu apa yang dia cari.

Pertanyaan:
saat ini ana sedang dlm kebingungan untuk melangkah,,,terkadang ana merasa segala sesuatu yg kulakukan belum terlalu maksimal jd akibatnya ada rasa hampa, seakan-akan seperti ada sesuatu yg tertinggal dan ana sendiri nggak tau apa itu. kata SEMANGAT sering ana dengar tp itu belum cukup bagiku, ana ingin mencari sesuatu tapi bingung sendiri nggak tau apa itu? [Dari seseorang yang namanya tidak saya publikasikan].

Hal ini sebenarnya banyak yang mengalaminya. Sehingga muncul istilah “pencarian jati diri”. Siapakah saya dan mau apa saja? Kenapa saya berada? Itu pertanyaan yang sering muncul saat seseorang sedang mencari jati dirinya. Di manakah kita bisa menemukan jati diri kita? Jawaban terbaik dan pasti benar tentu dari Pencipta kita. Dia Mahatahu tentang kita.

Monday, August 8, 2016

HARAPAN ITU TIDAK PERNAH SIRNA – SELAMA IMAN ADA DI DADA

HARAPAN ITU TIDAK PERNAH SIRNA – SELAMA IMAN ADA DI DADA

Selalu ada harapan bukanlah sesuatu yang klise. Harapan itu masih ada, harapan itu tidak pernah sirna. Jika Anda berpikir sebaliknya, silahkan Anda baca artikel ini. Dan, bagi Anda yang setuju bahwa harapan itu tidak pernah sirna, maka dengan membaca artikel ini Anda akan lebih optimis lagi.

Mengapa memiliki harapan begitu penting dalam hidup? Sebab, tanpa harapan, artinya hidup Anda selesai. Banyak orang yang mengakhiri hidupnya (dalam artian harfiah maupun kiasan) karena mereka sudah tidak lagi memiliki harapan.
Lalu bagaimana agar asa itu tetap ada tidak terputus?

Harapan Akan Berbanding Lurus dengan Ilmu

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat“. (QS. Al Hijr:56)

Hanya orang sesat, yaitu mereka yang tidak memiliki ilmu, yang berputus asa dari rahmat-Nya. Mungkin saja, ada orang yang merasa sudah berilmu, bahkan memiliki gelar profesor, tetapi jika dia masih berputus asa, artinya dia masih sesat. Untuk itulah, agar kita terhindar dari putus asa, jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu.

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAHYU ADALAH PETUNJUK

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAHYU ADALAH PETUNJUK

AKAL ADALAH PANGLIMA DAN WAYU ADALAH PETUNJUK

akalUngkapan tentang kedudukan akal ini dikatakan oleh Imam a-Ragib al-Isfhani dalam bukunya yang berjudul Ad-Dzari’ah ila Makarim al-Syariah. Selanjutnya beliau mengatakan, tanpa akal maka agama ini tidak akan langgeng dan tanpa agama, maka akal akan kebingungan. Oleh karena itu Allah menyebutnya cahaya diatas cahaya (QS. An Nur:35)

Sayyidina Ali ra. berkata, “Perbendaharaan manusia yang paling berhaga adalah akal yang dimilikinya. Ketika manusia jatuh hina, ia memuliakannya; ketika manusia terjatuh, ia mengangkatnya, dan ketika manusia tersesat, ia memberikan manusia petunjuk, dan ketika manusia berbicara, ia mengukuhkannya.”

Iman Al Ghazali dalam bukung, Ma’arij Al Quds mengatakan, “Ketahuilah sesungguhnya akal tidak akan mendapatkan petunjuk tanpa syariah dan kebenaran syariah tidak akan terungkap tanpa akal. Hal ini karena akal ibarat pondasi, sementara syariah adalah bangunannya. Tidak ada artinya sebuah pondasi tanpa bangunan diatasnya, dan bangunan tidak akan berdiri tanpa pondasi yang menopangnya.”

CARA BERUBAH ITU MULAI DARI DIRI SENDIRI

CARA BERUBAH ITU MULAI DARI DIRI SENDIRI

BANYAK YANG INGIN BERUBAH TAPI SEDIKIT YANG BELAJAR CARA BERUBAH

Cara Berubah Itu Mulai Dari Diri SendiriYa, ini kenyataanya, banyak yang ingin berubah, tetapi dia tidak pernah belajar cara berubah. Banyak orang yang ingin berubah dengan menuntut orang lain, pemerintah, kondisi, bahkan dunia, jika perlu, agar berubah mengikuti keinginan dia sendiri. Satu hal yang dia lupakan, padahal paling penting, dan yang paling mudah yaitu menuntut dirinya untuk berubah.

Mengubah diri sendiri jauh lebih mudah, dibandingkan mengubah orang lain. Jangankan mengubah milyaran orang, jutaan, ribuan, ratusan, puluhan, bahkan satu orang pun susah. Namun Anda bisa mengubah diri Anda sendiri jika Anda mau.

Jika menyibukan diri untuk melakukan yang sulit atau tidak mungkin, yaitu mengubah dunia agar sesuai dengan keinginan Anda, maka hidup Anda bisa sia-sia.

Rahasia Sukses Sejati

Sebagai contoh, Anda ingin sukses dalam karir, kemudian berharap semua orang senang dengan pekerjaan Anda, berharap semua orang menghargai jerih payah Anda, dan semua orang mengakui kepemimpinan Anda. Bisakah? Tidak, Anda tidak bisa memaksa orang lain, karena mereka memiliki hak untuk bersikap.

MEMBUMIKAN SHABAR UNTUK MERAIH SUKSES DUNIA AKHIRAT

MEMBUMIKAN SHABAR UNTUK MERAIH SUKSES DUNIA AKHIRAT

MELIHAT MAKNA SHABAR LEBIH JAUH

membumikan shabar

Banyak sekali hadits, ayat, dan atsar para sahabat tentang keutamaan shabar. Diantara banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan shabar yang cukup mewakili adalah QS al Baqarah: 157, yang artinya:

“Merekalah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhan mereka. Dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.al Baqarah:157)

Yang dimaksud mereka dalam ayat ini adalah orang-orang yang shabar, sebab jika dilihat dari ayat 153, sedang membahas orang-orang yang shabar.

Anda juga bisa membahas artikel lainnya yang pernah dibahas di Motivasi Islami tentang shabar. Bahasan kali ini akan fokus mendalami bagaimana cara kita membumikan shabar dalam kehidupan sehari-hari.

Shabar adalah setengah dari iman. Ini menunjukan bagaimana dalamnya makna shabar. Shabar tidak hanya bisa artikan sebagai diam. Dalam konteks tertentu, artinya diam. Tapi lain lagi saat sedang berperang. Jika harusnya berperang, tetapi Anda diam, itu bukan shabar. Jika harusnya Anda berusaha, tetapi diam, Anda juga bukan orang yang shabar.

BACALAH DAN RAIHLAH SUKSES

BACALAH DAN RAIHLAH SUKSES

RAIHLAH SUKSES DENGAN MEMBACA

Saya kira sudah banyak orang yang memahami bagaimana pentingnya arti membaca. Membaca adalah salah satu cara menuntut ilmu. Ilmu untuk apa? Banyak sekali mulai menuntut ilmu agama, karir, bisnis, dan sebagainya. Bahkan ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah membaca.

Namun disayangkan, mengapa masih banyak orang yang menyepelekan arti membaca. Coba perhatikan bagaimana mereka mengatakan kalimat-kalimat seperti:

“Ah teori.”
“Yang penting praktek.”
“Yang penting bertindak.”
Padahal salah satu cara Allah memberi pelajaran kepada manusia ialah dengan kemampuan baca tulis. Kita diberi kemampuan untuk membaca dan menulis, artinya membaca dan menulis adalah bagian dari kehidupan kita.

“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.” (QS. ‘Alaq:3-4).

Membaca memang tidak memberikan hasil yang instan. Memang diperlukan tindakan setelah membaca. Tapi ketahuilah ada perbedaan kualitas tindakan antara orang yang malas membaca dengan orang yang mau membaca. Itulah mengapa tenaga terdidik memiliki gaji yang lebih besar daripapada pekerja yang tidak terdidik.

BERSABARLAH DALAM MEMAHAMI

BERSABARLAH DALAM MEMAHAMI

Dalam memahami sesuatu, kita memerlukan sebuah kesabaran. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan atau mengabaikannya. Terlalu cepat mengambil kesimpulan bisa menjadikan kesimpulan kita salah. Jika kita terlalu cepat mengabaikan, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Mungkin, perilaku ini tidak merugikan kita, tetapi kita bisa melewatkan peluang yang bisa jadi ada di hadapan kita. Peluang bisnis, peluang kerja, dan setidaknya mendapatkan peluang mendapatkan ilmu atau pemahaman baru.

Jika kita belajar kepada Einstein, dia mengaku kalau dia tidak pintar-pintar banget, dia hanya lebih lama dalam memikirkan masalah. Sebagaimana dia katakan:

It’s not that I’m so smart, it’s just that I stay with problems longer.
Dengan berpikir lebih lama, maka kita akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Kita akan mendapatkan ilmu dan kebijakan yang lebih baik. Bisa jadi kita akan menemukan ide atau peluang yang akan bermanfaat bagi kehidupan kita. Dan, hal ini tidak akan kita dapatkan jika kita terlalu cepat mengambil kesimpulan atau langsung mengabaikan apa yang tidak kita pahami.

Jika sesuatu yang kita baca, kita perhatikan, atau masalah yang kita hadapi begitu sulit untuk kita hadapi, bisa jadi yang menjadi masalah ada pada diri kita. Artinya kita perlu meningkatkan wawasan dan ilmu kita agar bisa memahami apa yang ada di hadapan kita. Ingatlah waktu kita sekolah, saat kita menemukan soal yang sulit, langkah yang terbaik adalah belajar lagi sampai kita bisa mengerjakan soal tersebut. Bukan malah memarahi guru dan menyuruhnya membuat soal yang lebih mudah.

SAAT LOWONGAN KERJA TIDAK KUNJUNG DATANG

SAAT LOWONGAN KERJA TIDAK KUNJUNG DATANG

MENCARI LOWONGAN KERJA?

Bagi Anda yang sedang mencari lowongan kerja, namun tidak kunjung datang. Baik Anda yang berhenti bekerja karena kena PHK atau memang baru mencari lowongan kerja. Menanti sebuah lowongan kerja, menjadi sebuah pekerjaan yang membuat kita stress, dimana perut lapar tidak mengenal kompromi. Tagihan-tagihan pun tidak mau tahu apakah Anda bekerja atau tidak.

“Sudah lulus kuliah? Kerja dimana?”

Ini juga pertanyaan yang cukup mengganggu bagi para lulusan perguruan tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap lulusan perguruan tinggi begitu tinggi, sehingga dianggap aneh jika tidak bekerja. Sementara lowongan kerja tidak kunjung datang. Belum lagi, posisi kita sebagai anak yang bisa jadi membebani orang tua baik secara fisik maupun psikis.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Adakah jalan keluar?

JIKA LOWONGAN KERJA TIDAK KUNJUNG DATANG

Lowongan Kerja Tidak Akan Menghampiri Anda

Lowongan kerja tidak akan datang kepada Anda, Anda harus mencarinya. Orang yang mencari kerja itu bukan hanya Anda, ada ribuan bahkan jutaan orang diluar sana yang sedang mencari kerja seperti Anda. Jadi, jangan berharap lowongan menghampiri Anda. Anda harus melangkah keluar, menyambut lowongan tersebut.